article reaction : school sucks

View story at Medium.com

what is your first reaction upon reading this article?

true!

do you share the same view? 

yes, sometimes i feel school sucks but i know that school is good for me.

what do you think of the writer?

i think she’s a talented person, who likes writing and inspiring people.

what are you interest? what are you wishes for the fiture?

i take an interest in socialization and makeup. so someday i want to be a presenter and makeup artist. But whatever happens to me in the fiture, i just want to be a person who useful for others and spreads love to everyone.

perjalanan ke-3 kircon dan cicalengka

Kamis (lupa tanggal)

Perjalanan ke-3 ini merupakan persiapan perjalanan besar terakhir. Jadi tentu saja persiapan perjalanan ke-3 , sudah seperti perjalanan besar. Mulai dari tasnya yang sudah berisi barang-barang untk 5 hari (tes tas), kelompoknya sudah seperti kelompok perjalanan besar (aku, steff toby), dan kumpul di statiun kiaracondong paling lambat pukul 06.00.

Pagi buta seperti ini, semua sudah kupersiapkan. Mulai dari keperluan yang harus dibawa, fisik, dan mental. Rasanya tapi kok biasa aja ya..? mungkin karena udah sering melakukan perjalanan-perjalanan seperti ini.

Aku berangkat dari rumah pukul 05.36, bersama tas seberat 5kg. Selama perjalanan menuju stasiun kiaracondong, aku makan untuk menghabiskan sarapan (karena telat berangkat, jadi ya gitu), sedangkan papah fokus menyetir tancap gas. Jalanan lumayan padat pada saat itu, orang-orang sudah mulai beraktifitas pada pagi yang belum terang.

Sampai di stasiun kiara condong, aku telat 7 menit sepertinya. Cuaca tidak begitu baik, hujan dan udara yang dingin mengharuskan kami menggunakan jaket dan pelindung hujan. Aku mengambil jas hujan, kemudian mengenakannya. Setelah briefing bersama kak braja dan mengumpulkan handphone beserta uang ke kak olin, kami langsung memulai perjalanan, setelah berdoa.

Kami tidak langsung naik kereta, melainkan harus mengeksplorasi kircon terlebih dahulu, sesuai kertas tugas yang diberikan. tempat-tempat yang harus kami kunjungi adalah kantor stasiun, pasar, polsek, dan prt.

Setelah dari kantor stasiun, yang dimana kami hanya mencatat jalur kereta api, kami langsung menuju pasar. Disana kami mewawancarai sebuah tukang kue pukis, untuk mencari tahu soal pedagang kaki lima. Sambil berjalan mencari penjual yang dapat kita wawancarai, kami pergi ke polsek. Menurut surat tugas, kami diminta untuk mencari tahu tips-tips dan keamanan untuk melakukan perjalanan. Antara lain ; harus sopan dalam berpakaian, barang-barang berharga jangan begitu mencolok, dan jangan mudah percaya pada orang, kecuali orangtua. Setelah diberi tips-tips perjalanan yang sangat berguna, polisi itu bercerita tentang kriminal yang terjadi di kiaracondong. Katanya, orang kiaracondong ini mudah tersinggung, penuh dengan dunia malam, karena memang kehidupannya keras. Oleh sebab itu, banyak terjadi pembunuhan, pencurian, dan perkelahian. Lantas polisi tersebut memperlihatkan gambar-gambar orang yang terbunuh karena di bacok, dan orang yang tangannya putus, sebagai contoh salah satu kriminal yang terjadi di kircon ini. Serem liatnnya, harusnya jangan dikasih liat pak.

Karena waktu yang sudah mepet, kami tidak ke prt. Langsung menuju stasiun saja.

Kereta melaju menuju cicalengka. Aku duduk bersebelahan dengan steff, dan toby yang berada tepat didepanku. Untuk membunuh rasa bosan, aku membuka snack untuk kami makan bersama-sama. Pada saat kami sedang asyik mengemil, ada seorang bapak-bapak yang sepertinya sudah agak tua, ia pergi meninggalkan kursi duduknya (kebetulan kereta sedang berhenti di salah satu stasiun). Topi dan kacamatanya ditinggal sendirian di kursinya. Tentu saja kami mengingatkan, tapi awalnya ragu. Tapi karena kami merasa bahwa itu suatu kebaikan, kami langsung menolongnya . steff langsung berlari terpogoh-pogoh mengejar bapak itu sambil teriak kencang “PAK!”. toby juga berada dibelakang steff, sedangkan aku mengambil topi dan kacamatanya. Pada saat aku akan mendatangi bapak itu sambil membawa barangnya, steff berbalik dengan muka yang malu campur cengos. Katanya bapak itu Cuma mau ke toilet, “nanti balik.” Ucap bapak tersebut dengan muka yang cape dan tangan yang memberi isyarat. Malu ihh, Soalnya kita riweh banget, sampe lari-larian dalam kereta, teriak pula, diliatin orang. Huft. Tapi tak apa, hal itu malah dustru membuka perbincangan antara kami dengan bapak tersebut.

Sampai di cicalengka, cuaca masih buruk. Kami berjalan menuju alun-alun cicalengka. Disana kami bertemu orang gila. Kocak banget.  Dia ngegangguin kami sekelas, mulai dari ngambil payung aku, ngambil catetan arga, mukul toby, dan ngikutin kak olin. sedangkan ibu-ibu yang di sebelah teriak-teriak riweh minta ampun.

Di cicalengka, seperti biasa kami diberi tugas. Ada yang asyik nya ketika pergi ke kelurahan desa. Orangnya kocak banget, becanda terus, jelasin nya juga banyaaaaak banget, sampai kita gaboleh pulang gara-gara harus masih nanya-nanya apa aja.  Gara-gara itu, tugas kami semua terjawab. Jadi kami tidak perlu menuju tempat-tempat yang lain.

Cicalengka tuh yang bikin asyik, karena jajanannya yang banyak dan mecin semua. Kapan lagi jajan yang ga sehat tapi enaknya minta ampun yaga? Kami beli makaroni basah, cilor, cilok, batagor, bismut, basreng, cireng, dan cakue. Enak semua dah!

Sehabis sholat zuhur, seperti biasa kami melengkapi catatan dan briefing bersama. Kemudian jalan pulang menuju stasiun lagi.

Kali ini aku duduk dengan bening, indira, dan reza, toby yang ada didepanku. Selama perjalanan kita ngejayus bareng, cerita-cerita tentang film, mencari bebegig, dan ketawa-ketawa ga jelas. Akhirnya kami sampai di bandung dengan selamat!

belajar sejarah dan kolonialisme

7 Februari 2017

kali ini, proyek di kelas pyrenean ibex ini adalah membuat sebuah essay yang masing-masing memiliki temanya sendiri. kita dapat memilih temanya sesuai yang kita inginkan dari 5 kategori ini, yaitu hasil bumi, arsitektur, agama, kuliner, dan batik. membua essay bukanlah suatu hal yang mudah, kami membutuhkun fakta-fakta juga informasi yang nyata dan akurat. fakta dan informasi tersebut dapat kami dapatkan melalui riset, narasumber, dan mengunjungi tempat-tempat yang berhubungan.

lagi-lagi kelas pyrenean ibex kedatangan tamu narasumber. kak ivan dan kak andi namanya. mereka adalah seorang ahli sejarahwan dari Depok. beruntung sekali kami bisa kedatangan tamu jauh – jauh dari depok ya!

waktu yang kami miliki kurang lebih hanya 1 jam saja. sangat sedikit memang. oleh karena itu, yang memberikan informasi dan bercerita hanya kak ivan saja. tak apa lah. sudah cukup.

pertama-tama kak ivan bercerita tentang kolonialisme. ya, kolonialisme. menurutmu apa itu kolonialisme? secara garis besar dapat kita artikan menjadi penjajahan. dari kolonialisme ini ada banyak sejarah yang terukir.

kebetulan tema yang kupilih adalah batik. entah mengapa, asyik menurutku. aku mengajukan beberapa pertanyaan padanya. bicara soal batik itu sangat luas, dan kak ivan tidak bisa menjawab semua pertanyaanku karena ia juga tidak begitu mendalaminya. tapi sekiranya ia cukup tahu.

batik pada zaman kolonial sangat dibedakan antara kaum kalangan bawah dan kaum kalangan atas. mulai dari segi penggunaan, motif, dan desainnya. hal ini karena kaum kalangan atas tidak ingin disamakan oleh kaum kalangan bawah. ada kesenjangan sosial disini ya? tak semua orang juga bisa menggunakan batik pada zaman itu, tapi kini siapa saja bisa. tukang becak sekalipun menggunakannya.  batik sangat murni berasal dari indonesia, terutama jawa. biasanya batik dibuat dengan lilin panas yang cair, untuk membuat pola dari batik tersebut.

sebenarnya kak ivan tidak hanya bercerita soal batik saja. ia juga bercerita tentang arsitekturnya, hasil bumi, kuliner, dan agama. arsitektur di indonesia sangat terpengaruh oleh arsitektur luar. karena tentu saja pada zaman kolonial, pendatang luar membutuhkan infrastruktur seperti apa yang mereka miliki juga. sama dengan halnya kuliner, para pendatang juga pasti butuh makan bukan? hal tersebut mempengaruhi budaya dalan segi kuliner di indonesia. kecap, tahu, pempek, lalu apa lagi misalnya? para pendatang luar, tentunya memiliki kepercayaannya masing-masing. menjadikannya terdapat banyak agama dan tempat-tempat beribadah di indonesia. namun, agama pada umumnya untuk indonesia adalah islam.

narasumber terbaik!!!

hari kamis, 26 januari 2017 kami kedatangan tamu narasumber. Pak Umbu namanya. orangnya unik dan asyik sekali, kalau kalian ngobrol dengannya pasti gabakal bosen. percaya deh, orangnya benar-benar menyenangkan! beruntung sekali kami bisa kedatangan narasumber seperi Pak Umbu.

namanya ‘umbu’ yang artinya laki-laki. ia berasal dari Pulau Sumba, Indonesia bagian selatan. alisnya tebal sekali, kulitnya berwarna sawo matang, rambutnya keriting lumayan panjang dan suka menggunakan kain di bagian kepalanya. kain yang membungkus kepalanya itu, menggambarkan bahwa ia menghargai leluhurnya. karena kepala itukan adalah leluhur, dan ada baiknya jika dibungkus. misal saja, orang-orang bali membungkus pohon dengan kain khasnya, karena mereka menjadikan pohon sebagai leluhurnya.

‘hal yang menakukan, yang mebentuk kita’ begitu katanya. memang terkadang jika kita diberi ujian, kita suka menghindar darinya. padahal sebenarnya itu adalah bagian dari pembelajaran diri. bagaimana kita lebih mengenal diri sendiri, belajar sabar, belajar dari kesalahan, pengalaman, dan belajar dari orang lain.

‘aku bodoh, itu urusanku bukan urusanmu’ usainya lagi. rasa gengsi terkadang membuat kita tidak mau bertanya, karena tidak ingin dipandang bodoh oleh orang lain. padahal, sebenarnya dengan kita bertanya akan menambah wawasan bukan? kalau aku bodoh, lalu kenapa, bukan urusanmukan? yaa memang karena aku bodoh, aku bertanya.

‘pelihara rasa bosan’ ia berkata kemudian. dunia ini luas, dunia ini penuh keajaiban, dunia ini indah, lalu kenapa kalian harus merasa bosan? kalian masih bisa mencari pengalaman baru, pengetahuan baru, atau bahkan teman baru yang tidak kalian duga. jadi semakin kita merasa bosan, itu adalah peluang untuk kita mencari sesuatu yang baru.

Out of comfort zone atau kita sebut juga ‘keluar dari zona nyaman’. pak umbu bilang, dengan kita keluar dari zona nyaman kita masing masing, akan menambah banyak pengalaman baru yang menarik, dan tentunya wawasan baru yang asyik. tapi itu bukan berarti bahwa kita harus selalu keluar dari zona nyaman masing-masing. karena zona nyaman tersebut adalah hak kita, jadi jika kalian membutuhkan zona nyaman tersebut, kembalilah.

menarik sekali yah cerita nya? sangat menginspiratif, dan menyenangkan! itu membuatku mengintropeksi diri untuk menjadi orang yang lebih baik lagi kedepannya. sebenarnya yang aku ceritakan, hanya bagian kecil dari cerita pak umbu. kalau di ceritakan dengan lengkap akan sangat panjang. hehe. oh yaa, selain itu ia juga menceritakan teknik-teknik fotografi beserta hasil jepretannya dari berbagai tempat yang berbeda.

Tentang Rasa yang Inging Mencari Jawab (resensi)

small_21tentangrasayanginginmencarijawab

judul: Tentang Rasa yang Ingin Mencari Jawab

Penulis: Ratna DKS

Penerbit: Jl. Pandan Alas no.48 Cijantung – Jakarta Timur

Tahun Terbit: 2016

Kategori: novel remaja

Dimensi: 13xm x 19cm

Halaman: 130 hlm

buku bercover biru, yang menggambarkan angin dan kedamaian ini cukup menarik perhatian banyak orang untuk membacanya, termasuk juga aku.  buku yang dikarang oleh seorang wanita pencandu kopi bernama Ratna Dks, yang juga telah menulis sembilan novel dan empat belas antologi serta puisi dan cerpen, sukses membuatku jatuh cinta. jatuh cinta terhadap ceritanya yang aneh dan unik. dan jatuh cinta pada sosok Arbi yang baik hati dan manis.

bercerita tentang seorang gadis bernama Embun, yang memiliki keluarga tak bahagia. ayah tirinya suka memukuli ibunya dengan kasar. hal itu menyebabkan embun menjadi sosok yang gelisah dan misterius. setiap kali ia akan sekolah, embun merasa bahwa ia tidak akan fokus belajar, jadi ia selalu pergi jalan-jalan sendirian dengan uang yang pas-pasan. sampai suatu ketika ia tak sengaja bertemu dengan seseorang dari chat room bernama arbi. awalnya nama mereka masing -masing disamarkan, Arbi menjadi angel dan Embun menjadi blue. ternyata sosok embun yang misterius ini dapat menarik perhatian arbi yang ingin selalu melindunginya. tanpa disangka juga embun mulai terarik pada arbi yang sangat baik hati padanya. namun ketika arbi menyatakan perasaannya, terpaksa embun menolaknya karena ia tidak ingin arbi mengetahui keadaan rumahnya yang bagaikan neraka. hingga berahun-tahun pun berlalu,  dan merekapun dipertemukan kembali. bagaimana kelanjutannya? silahkan baca!!

yang membuatku tertarik unuk membaca dan membelinya buku ini adalah karena sinopsis yang terdapat pada cover belakang. “meskipun cinta seringkali hadir penuh dengan trauma dan air mata, bila rasa yang ada padamu terus mencari jawab atas kisah yang belum selesai, maka waktu akan memberimu yang terindah, sebuah cinta  yang sempurna. “rasakan kembali cinta” apabila kamu tidak bahagia, lepaskan dan biarkan dia bahagia. jangan mencintai karena iba, karena ia masih bisa menemukan orang lain yang lebih mencintai dirinya daripadaa dirimu.”

buku ini bisa membuat diriku ikut merasakan emosi yang ada. aku bisa dibawa tersenyum sendiri atau sedih hingga berkaca-kaca. kata-kata dan ceritanya memang sangat ringan, halamannyapun sedikit, jadi menurutku buku ini cocok untuk kalian yang kurang suka membaca. tentunya ada kekurangannya juga dari buku ini, alurnya seperti maju mundur  tanpa pertanda. dan itu membuatku sulit membedakan yang mana yang sedang terjadi dan yang mana yang masa lalu. sehingga butuh untuk membacanya ulang.

ekspedisi KIARACONDONG

8/8/16

alarm ku berdering, membangunkanku dipagi hari yang segar. Udara yang dingin, membuatku ingin terus berada dalam selimut yang melekat ditubuhku. Teringat hari ini akan pergi outing, aku langsung beranjak bangun dari kasur, kemudian mandi. Aku melahap sarapanku dengan segelas susu.

Aku berangkat pukul 06.50. Orangtuaku harus mengantar adik dan kakakku terlebih dahulu ke sekolah, kemudian mengantarku ke Stasiun Bandung. Perjalanan macet.

Aku terlambat 1 menit 14 detik. Untungnya masih ada temanku yang belum datang, dan Kak Olin & Kak Braja masih menunggu. Susana stasiun pada saat itu tidak begitu ramai, hanya ada satu atau dua orang yang berlalu lalang di stasiun. Bau hujan tercium, jalanan becek,namun dalam stasiunnya itu sendiri bersih-bersih saja. Suara kereta terdengar jelas di telinga, membuatku ingin cepat menuju perjalanan.

Di proyek kali ini, aku sekelompok dengan Fathan, Toby, Fauzan, dan Reza. Ya, aku perempuan sendiri. Setelah doa untuk kelancaran dan keselamatan kami, aku dan kelompokku langsung melaksanakan tugas yang didiktekan Kak Braja sebelumnya. Tugas tersebut adalah ;

– pengindraan tempat (mengamati tempat dengan indra kita agar lebih detail untuk menceritakan ulang)
– laporan waktu kegiatan & keuangan
– Apa saja yang perlu disiapkan untuk membuat artikel yang ok tentang kebudayaan Jawa di Bandung
– cari jalan dari pintu utara menuju pintu selatan
– buat daftar pertanyaan berhubung dengan stasiun dan Jawa

Tugaspun selesai, kami boleh langsung pergi menuju pintu selatan. Aku memegang kamera, dan memotret hal-hal menarik dan penting.

dscn8262

Sesampainya di pintu selatan, sudah terlihat Kak Olin berdiri disamping pintu. Kami langsung berlari menghampirinya, kemudian bertanya tentang tugas selanjutnya.

Kami mencari-cari orang yang tepat untuk kami wawancarai. Kami mondar-mandir kesana kemari. Dan akhirnya coba memberanikan diri bertanya pada satpam. Dan semua pertanyaan kami terjawab.

Kamipun membeli tiket kereta api, seharga 4000 rupiah dikali 5 orang, jadi 20.000 rupiah. Sambil menunggu keretanya datang, kami menulis indera terlebih dahulu dan hasil wawancara.

**

Aku memasuki kereta bersama kelompokku. Pada saat itu kereta lumayan padat, jadi sedikit kesulitan mencari tempat duduk yang pas. Akhirnya aku duduk diantara dua laki-laki yang sedang tertidur dibagian ujung.

dscn8351

Sampailah kami dengan selamat di Stasiun Kiaracondong. Aku menuruni kereta dan langsung berjalan menuju tempat penungguan kereta. Rasa lelah mulai terasa, ditambah udara yang sudah mulai panas. Stasiun Kiaracondong pada saat itu sangat sepi, toko-toko dipinggir tutup, hanya ada beberapa orang saja yang menunggu kereta, dan sunyi.

Ekspedisi kami dimulai ketika kami melewati pintu keluar Stasiun kiaracondong. Hal pertama yang harus kita lakukan adalah mencari tahu dimana letak Greja Kristen Jawa (GKJ) ke kecamatan Kiaracondong.

dscn8356

Jalan menuju GKJ sangat mudah, lurus, belok kanan, dan sampai. Kami di sambut dengan pohon jambu yang buahnya berjatuhan dilantai. Tentunya kami bersalaman terlebih dahulu dengan Pendeta Yohan. Kemudian memasuki suatu ruangan yang disana meja dan kursi sudah terjejer dengan rapi. Ruangan tersebut cukup sederhana namun nyaman. Ada beberapa foto yang terpajang di dinding, kemudian piala-piala yang tersimpan rapi di lemari.

Pak Yohan yang logat Jawanya sangat kental mulai bercerita tentang dirinya sendiri; ia seorang pendeta dari Yogyakarta yang diberi tugas ke Bandung untuk menjadi pendeta di GKJ tersebut, pada tahun 2009. Rumah Pak Yohan itu sendiri terletak tepat disamping gereja tersebut. Selain itu, ia juga bercerita tentang GKJ itu sendiri;  pada tahun 1925, orang-orang luar Jawa maupun orang Jawa itu sendiri, mulai masuk ke Jawa. Rata-rata mereka memilih berprofesi menjadi bidan, namun ada juga yang memilih untuk ikut dalam Gereja Pasundan. Pada masa itu, kebaktian di gereja tersebut menggunakan bahasa sunda. Namun,karena mayoritas disana itu orang Jawa, akhirnya mereka membuat kebaktian memakai bahasa Jawa. Kemudian, mereka bersatu dengan Gereja Kristen Jawa. Sebelum mereka dapat menyewa kemudian membeli tanah(1964), GKJ itu berdiri di sebuah sekolah Yayasan Beribu.  dscn8363

Setelah berbincang-bincang banyak, kamipun dipersilahkan untuk memasuki ruang tempat kebaktian. Tempatnya cukup luas dan sangat nyaman. Ada unsur-unsur Jawanya juga, seperti dibagian langit-langit terdapat huruf-huruf jawa.

Setelah melihat sekeliling, kamipun berpamitan pada Pak Yohan, dan tak lupa kami berterimakasih.

Tugas kami selanjutnya adalah mencari tahu 2 profil warga yang ada di pasar. Setelah berkeliling pasar yang pada saat itu sangat sumpek, becek dan kurang terjaga kebersihannya, kami memutuskan untuk mewawancara 2 tukang bunga sekaligus.

Rasa lelah mulai terasa. Rasanya ingin cepat-cepat istirahat dan makan. Kami sekelompok berjalan menuju Masjid Baiturahman, untuk sholat bagi yang muslim, dan istirahat makan.

dscn8452

Kini waktunya pulang, namun sebelum pulang kami mendatangi sebuah sekolah TK Yayasan Beribu. Tempatnya sangat sederhana, cukup, dan manis. dengan cat pink di dinding beserta karya 2d anak TK. Di bagian luar juga terdapat mainan-mainan asyik anak TK dan SD.

Kami berjalan menuju stasiun Kiaracondong untuk pulang kembali ke stasiun Bandung. Kemudian, kami membeli tiket kereta api dengan harga yang sama.dscn8563

Alhamdulillah, kami sampai dengan selamat. Rasanya ingin cepat pulang. Tapi sebelumnya, kami mengunjungi Rooftop Stasiun Bandung. Disana benar-benar nyaman, sejuk, dan cocok sekali untuk beristirahat. Banyak tanaman-tanaman yang tumbuh dan ada juga kolam ikan di banyak bagian. Sambil beristirahat, kami mendengarkan cerita Pak Ana Sumarna, yang sangat inspiratif. Rooftop ini berawal dari saluran pembuangan, kemudian Gunung Galunggung  meletus mengakibatkan saluran tersumbat. Terpkirlah ide bapak ini untuk membuat sebuah taman di rooftop.